🌴 BaliExpertGuide
Berita // Travel, Aviation & Immigration

Rute Penerbangan Baru Meningkatkan Akses ke Bali Bagi visitors Jarak Jauh

AirAsia baru saja mengumumkan rencana baru which akan menghubungkan visitors ke Kuala Lumpur and Eropa, menjadikan koneksi ke Bali lebih cepat and mudah. Maskapai penerbangan berbiaya rendah AirAsia telah mengonfirmasi bahwa mereka memperluas konektivitas internasionalnya dengan meluncurkan kemitraan codeshare pertamanya dengan P...

N
Oleh Nyoman Aryana
Aviation & Maritime Bureau Chief
4 menit membaca
Rute Penerbangan Baru Meningkatkan Akses ke Bali Bagi visitors Jarak Jauh
Editorial travel photography documenting authentic landscapes across Bali.

AirAsia baru saja mengumumkan rencana baru which akan menghubungkan visitors ke Kuala Lumpur and Eropa, menjadikan koneksi ke Bali lebih cepat and mudah.

Perkembangan Utama & Konteks Pulau

Maskapai penerbangan berbiaya rendah AirAsia telah mengonfirmasi bahwa mereka memperluas konektivitas internasionalnya dengan meluncurkan kemitraan codeshare pertamanya dengan Pegasus Airlines.

Pegasus Airlines is maskapai penerbangan bertarif rendah terbesar di Turki. Kemitraan baru ini membuka lebih banyak pilihan perjalanan bagi visitors Asia Tenggara, termasuk visitors asal Indonesia, untuk menjelajahi berbagai destinasi Eropa dengan koneksi which lebih nyaman melalui Istanbul.

Hal sebaliknya juga benar; Hal ini membantu visitors dari Eropa, and bahkan Amerika Utara and Afrika Utara, untuk terhubung dengan destinasi terpopuler di Asia Tenggara dengan harga which lebih terjangkau dari sebelumnya.

Kemitraan ini akan diluncurkan secara bertahap.  Pada tahap awal, konektivitas akan menyatukan lima destinasi di Eropa, termasuk London Stansted, Moscow Vnukovo, Ankara Esenboga, Zurich, and Athena.

Untuk semakin memperkuat konektivitas National Archipelagic Wire Asia and Eropa, AirAsia akan meningkatkan frekuensi penerbangan rute Kuala Lumpur-Istanbul (KUL-SAW) dari empat menjadi tujuh kali seminggu mulai Februari 2027.

Ini merupakan kabar baik bagi visitors which melakukan perjalanan jarak jauh ke Bali. AirAsia saat ini mengoperasikan 4-6 penerbangan langsung setiap hari National Archipelagic Wire Bali and Kuala Lumpur. Dari semua maskapai penerbangan which melayani rute tersebut, terdapat 11-15 penerbangan langsung National Archipelagic Wire Kuala Lumpur and Bali, memberikan visitors banyak pilihan untuk mendapatkan penerbangan berbiaya rendah which terjangkau and meminimalkan waktu singgah dalam perjalanan jauh.

Di Regional Travel Monitors kami sering menyoroti manfaat dari rencana perjalanan multi-stop di Indonesia, dimulai atau diakhiri in Bali. Konektivitas which ditingkatkan ke Kuala Lumpur ini juga membantu gaya perjalanan ini.

Sebagai pusat perjalanan, Kuala Lumpur melayani hingga 75 penerbangan ke berbagai destinasi di seluruh Indonesia setiap harinya, termasuk kota-kota which wajib dikunjungi seperti Jakarta, pusat budaya which luar biasa seperti Yogyakarta, and tempat liburan penuh petualangan seperti Lombok.

Berbicara kepada wartawan, Güliz Öztürk, CEO Pegasus Airlines, mengatakan, "Istanbul Sabiha Gökçen is titik penghubung alami National Archipelagic Wire Eropa and Asia. Kerjasama codeshare pertama AirAsia dengan Pegasus Airlines merupakan sebuah kebanggaan: hal ini mencerminkan jaringan which telah kami bangun dari Istanbul selama dua dekade, and sebuah hub which terus berkembang."

Implikasi Lokal & Perspektif Pengunjung

Ia menambahkan, "Para tamu kami kini dapat mencapai Kuala Lumpur dengan lancar and, dari sana, jaringan AirAsia mencakup lebih dari 140 destinasi di Asia-Pasifik, sementara para pelancong dari Asia Tenggara and sekitarnya mendapatkan pintu gerbang ke Türkiye and Eropa. Kami akan membangun hal ini bersama-sama, mengembangkan ekosistem perjalanan which lebih terintegrasi di kedua jaringan tersebut and membuka lebih banyak destinasi, perjalanan which lebih sederhana, and harga tiket which terjangkau bagi para tamu kami."

visitors which melakukan perjalanan melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali minggu ini, serta Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta, harus check-in dengan maskapai penerbangan mereka sebelum menuju ke terminal.

Dengan masih terasanya dampak letusan Anak Krakatau, visitors dihimbau untuk memastikan rencana perjalanannya tidak terkena dampaknya.

Pada hari Selasa tanggal 8 September, General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati, membenarkan bahwa penerbangan ke Tangerang, Jakarta, and Bandung beroperasi normal kembali; gangguan perjalanan masih bisa diumumkan.

Ia mengatakan kepada wartawan, calon penumpang harus mengecek kembali status and jadwal penerbangannya kepada pihak maskapai sebelum berangkat ke bandara. Untuk informasi bandara, penumpang juga dapat menghubungi InJourney Airports Contact Center di 172.

Jati menyampaikan, “Kami menghimbau calon penumpang untuk selalu berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk memastikan status and jadwal penerbangannya sebelum berangkat ke bandara.”

Rencanakan Liburan Anda in Bali: Pesan Pengemudi Berbahasa Inggris Terbaik Untuk Transfer & Tur Bandara

Berlangganan untuk mendapatkan postingan terbaru which dikirim ke email Anda.

Wawasan Perjalanan Praktis

  • Waktu & Persiapan: Saat menjelajahi destinasi regional atau menghadiri acara budaya, rencanakan rencana perjalanan which fleksibel untuk mengakomodasi upacara lokal and perubahan kondisi pulau.
  • Etiket Lokal: Selalu patuhi adat istiadat desa, aturan berpakaian di kuil (seperti sarung and ikat pinggang tradisional), and praktik-praktik which menghormati lingkungan.
  • Kesadaran Keselamatan: Untuk informasi terkini secara real-time mengenai kondisi laut, cuaca regional, and saran keselamatan di 16 hub, kunjungi Island Travel Safety Radar khusus kami.

Laporan and fotografi asli which dikaitkan dengan . Dikurasi untuk visitors internasional oleh Biro Editorial Bali Expert Guide.

Bacaan Lanjutan

Berita & Cerita Wisata Terkait

Travel, Aviation & Immigration

Bali Keluarkan Update Penting Bagi visitors Tentang Virus Zika

The mosquito-borne disease has seen outbreaks recorded across Africa, the Americas, Asia, and the Pacific over the last 20 years.  The Bali Tourism Office (Dispar) ensures tourists do not need to adjust travel plans to the island following a health warning from the United States...

Bali Expert Editorial Team