๐ŸŒด BaliExpertGuide
Berita // Living Cultural Calendar

Membangun Klinik Pengobatan Rabies

Seorang petugas di objek wisata Alas Pala Sangeh mengoleskan alkohol ke punggung seorang turis asing. Pasalnya, traveler asing berambut pirang itu dicakar monyet saat berkeliling di hutan monyet seluas 14 hektar.

W
Oleh Wayan Sudarma
Senior Cultural & Heritage Correspondent
โ€ข 4 menit membaca
Membangun Klinik Pengobatan Rabies
Editorial travel photography curated by Bali Expert Guide.

Seorang petugas di objek wisata Alas Pala Sangeh mengoleskan alkohol ke punggung seorang turis asing. Pasalnya, traveler asing berambut pirang itu dicakar monyet saat berkeliling di hutan monyet seluas 14 hektar.

Perkembangan Utama & Konteks Pulau

Kepala Pengelola Kawasan Tujuan Wisata (DTW) Alas Pala Sangeh, Ida Bagus Gede Pujawan mengatakan, hutan monyet sudah memiliki standar operasional prosedur (SOP) penanganan cakaran and gigitan monyet. Salah satu caranya is dengan mencuci bagian tubuh which dicakar monyet, menggosoknya dengan alkohol and mengoleskan antiseptik.

Mitigasi ini bisa diterapkan pada visitors which dicakar monyet tanpa menimbulkan cedera. โ€œKalau luka gigitan harus diberikan vaksin anti rabies (VAR) and itu standar pelayanan di sini,โ€ kata Pujawan, Selasa (28/7/2026).

Data DTW Alas Pala Sangeh menyebutkan pada Juni 2026 terjadi 11 kejadian (visitors dicakar atau digigit monyet). Sedangkan jumlah kunjungan visitors ke objek wisata which terletak di Kabupaten Badung pada bulan Juni ini mencapai 19.810 visitors.

Sedangkan pada 1-25 Juli terjadi 29 kejadian which terdiri dari 13 visitors dicakar and sisanya digigit monyet. Namun jumlah kunjungan visitors pada periode tersebut mencapai 23.113 orang.

Implikasi Lokal & Perspektif Pengunjung

Data Dinas Kesehatan Bali pada Januari hingga Juni 2026 jumlah kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) mencapai 34.561 kasus. Jumlah kasus di Badung mencapai 6.599; Karangasem (4.403); Denpasar (4.214); Buleleng (3.930); Tabanan (3.864); Gianyar (3.834); Jembrana (3.408); Klungkung (2.485); and Bangli (1.824). Monyet merupakan salah satu HPR.

Menurut Pujawan, monyet-monyet di Alas Pala Sangeh tidak agresif meski dikunjungi visitors. Primata tersebut hanya mencakar atau menggigit ketika mencoba dipegang and diganggu visitors.

DTW Alas Pala Sangeh, lanjut Pujawan, akan membangun klinik di kawasan objek wisata tersebut. Tenaga kesehatan and stok VAR akan dipasok oleh Puskesmas Abiansemal. Pembangunan klinik tersebut masih menunggu persetujuan dari Desa Adat Sangeh, ujarnya.

Sementara itu, selama ini visitors which terluka akibat gigitan monyet langsung dilarikan ke Puskesmas Abiansemal untuk disuntik VAR. Selain itu, petugas kesehatan and pengelola hutan monyet akan menanyakan identitas pelaku perjalanan.

Pujawan mengklaim DTW Alas Pala Sangeh tidak memiliki kasus rabies sejak objek wisata tersebut dibuka pada Januari 1969. Pembangunan klinik tersebut dapat menepis kekhawatiran visitors akan terpapar rabies saat rekreasi di hutan monyet. โ€œKekhawatiran terhadap rabies memang ada, tapi bisa diminimalisir dengan program-program ini,โ€ ujarnya.

Wawasan Perjalanan Praktis

  • Waktu & Persiapan: Saat menjelajahi destinasi regional atau menghadiri acara budaya, rencanakan rencana perjalanan which fleksibel untuk mengakomodasi upacara lokal and perubahan kondisi pulau.
  • Etiket Lokal: Selalu patuhi adat istiadat desa, aturan berpakaian di kuil (seperti sarung and ikat pinggang tradisional), and praktik-praktik which menghormati lingkungan.
  • Kesadaran Keselamatan: Untuk informasi terkini secara real-time mengenai kondisi laut, cuaca regional, and saran keselamatan di 16 hub, lihat Island Travel Safety Radar khusus kami.

Laporan and fotografi asli dikaitkan dengan regional observers Bali. Dikurasi untuk visitors internasional oleh Biro Editorial Bali Expert Guide.

Bacaan Lanjutan

Berita & Cerita Wisata Terkait

Living Cultural Calendar

Mengikuti Thread bersama Ida Ayu Ngurah Puriani

Ida Ayu Ngurah Puriani baru saja lulus dari perguruan tinggi, dengan gelar sarjana pendidikan, ketika ia menjelajahi desa-desa di Karangasem dengan mengendarai Honda Supra. Dia sedang dalam misi mencari kain tenun.

Luh Putu Dian