๐ŸŒด BaliExpertGuide
Berita // Living Cultural Calendar

Sejarah Perjuangan Rakyat Bali di Monumen Bajra Sandhi

Surat which dikirimkan Letkol I Gusti Ngurah Rai kepada Belanda dipamerkan di Monumen Perjuangan Rakyat Bali. Surat tertanggal 18 Mei 1946 itu berisi penolakan terhadap kehadiran Belanda di Pulau Dewata. โ€œMengenai keamanan in Bali is urusan kami,โ€ demikian...

B
Oleh Bali Expert Editorial Team
Senior Regional Correspondent
โ€ข 4 menit membaca
Sejarah Perjuangan Rakyat Bali di Monumen Bajra Sandhi
Editorial travel photography curated by Bali Expert Guide.

Surat which dikirimkan Letkol I Gusti Ngurah Rai kepada Belanda dipamerkan di Monumen Perjuangan Rakyat Bali. Surat tertanggal 18 Mei 1946 itu berisi penolakan terhadap kehadiran Belanda di Pulau Dewata. โ€œMengenai keamanan in Bali is urusan kami,โ€ demikian dikutip dari surat tersebut.

Perkembangan Utama & Konteks Pulau

Surat dari Ngurah Rai tersebut merupakan balasan surat which dikirimkan Kapten Infanteri tentara Gajah Merah the government Sipil Hindia Belanda (NICA). Foto surat-surat tersebut dipajang di ruang pameran lantai dasar Monumen Perjuangan Rakyat Bali atau Monumen Bajra Sandhi.

regional observers melakukan perjalanan ke Monumen Bajra Sandhi, Jumat (7/8/2026) lalu. Monumen which dikelola Dinas Kebudayaan Bali ini berdiri di Lapangan Puputan Niti Mandala, Denpasar.

Monumen Perjuangan Rakyat Bali diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 14 Juni 2003. Sedangkan desain monumen merupakan karya Ida Bagus Gede Yadnya. Mahasiswa arsitektur Universitas Udayana ini berhasil menjuarai lomba desain Monumen Bajra Sandhi pada tahun 1981.

Monumen Bajra Sandhi memiliki tinggi 45 meter, 17 gapura utama, and 8 tiang penyangga. Ini melambangkan hari kemerdekaan Indonesia yaitu 17 Agustus 1945. Sedangkan nama Bajra Sandhi berasal dari bentuk bangunannya which jika dilihat dari kejauhan menyerupai lonceng pendeta Hindu which dalam bahasa Bali disebut bajra.

Implikasi Lokal & Perspektif Pengunjung

visitors dapat mempelajari sejarah kedatangan Belanda di Pulau Dewata di Monumen Bajra Sandhi. Pengelola tugu menyimpan foto-foto mulai dari pendaratan ekspedisi Belanda di Pantai Sanur pada 14 September 1906, perang puputan (pertempuran habis-habisan) di Denpasar, hingga surat penolakan kehadiran Belanda which dikirimkan I Gusti Ngurah Rai.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Monumen Perjuangan Rakyat Bali Gede Nova Widiarta mengatakan, ada 62 foto perjuangan masyarakat Pulau Dewata melawan Belanda which dipajang di monumen tersebut. Potret ini ada which asli and ada pula which reproduksi. โ€œKami perbanyak karena gambarnya kusam,โ€ jelasnya kepada regional observers, Jumat (7/8/2026).

Nova menjelaskan, tiket masuk Monumen Bajra Sandhi untuk domestic travelers sebesar Rp 30 ribu. Sedangkan tiket untuk pelancong luar negeri Rp100 ribu, pelajar Rp10 ribu, and pelajar Rp5 ribu.

Monumen Perjuangan Rakyat Bali dibuka mulai pukul 08.30 hingga 17.00 WITA. Sementara itu, Tugu tutup pada hari-hari besar atau hari libur nasional.

Pengunjung dapat melihat diorama di lantai tengah Monumen Bajra Sandhi. Terdapat 33 diorama dengan dimensi 6 meter persegi. Diorama tersebut menceritakan sejarah zaman prasejarah, Bali kuno, Bali tengah, hingga masa perjuangan kemerdekaan.

Wawasan Perjalanan Praktis

  • Waktu & Persiapan: Saat menjelajahi destinasi regional atau menghadiri acara budaya, rencanakan rencana perjalanan which fleksibel untuk mengakomodasi upacara lokal and perubahan kondisi pulau.
  • Etiket Lokal: Selalu patuhi adat istiadat desa, aturan berpakaian di kuil (seperti sarung and ikat pinggang tradisional), and praktik-praktik which menghormati lingkungan.
  • Kesadaran Keselamatan: Untuk informasi terkini secara real-time mengenai kondisi laut, cuaca regional, and saran keselamatan di 16 hub, lihat Island Travel Safety Radar khusus kami.

Laporan and fotografi asli dikaitkan dengan regional observers Bali. Dikurasi untuk visitors internasional oleh Biro Editorial Bali Expert Guide.

Bacaan Lanjutan

Berita & Cerita Wisata Terkait

Living Cultural Calendar

Mengikuti Thread bersama Ida Ayu Ngurah Puriani

Ida Ayu Ngurah Puriani baru saja lulus dari perguruan tinggi, dengan gelar sarjana pendidikan, ketika ia menjelajahi desa-desa di Karangasem dengan mengendarai Honda Supra. Dia sedang dalam misi mencari kain tenun.

Luh Putu Dian