🌴 BaliExpertGuide
Berita // Living Cultural Calendar

Italia Menjatuhkan Denda Besar Bagi visitors which Tidak Menghormati Budaya: Bisakah Bali Mengikuti Hal Ini?

Meskipun sebagian besar visitors which berkunjung ke Bali menghormati budaya lokal and berperilaku peduli sosial, ada beberapa orang which memilih untuk tidak menyesuaikan perilaku mereka agar tetap memperhatikan komunitas lokal and warisan budaya pulau tersebut.

W
Oleh Wayan Sudarma
Senior Cultural & Heritage Correspondent
4 menit membaca
Italia Menjatuhkan Denda Besar Bagi visitors which Tidak Menghormati Budaya: Bisakah Bali Mengikuti Hal Ini?
Editorial travel photography documenting authentic landscapes across Bali.

Meskipun sebagian besar visitors which berkunjung ke Bali menghormati budaya lokal and berperilaku peduli sosial, ada beberapa orang which memilih untuk tidak menyesuaikan perilaku mereka agar tetap memperhatikan komunitas lokal and warisan budaya pulau tersebut. 

Perkembangan Utama & Konteks Pulau

Italia telah menjadi berita utama internasional selama beberapa minggu terakhir atas serangkaian reformasi pariwisata which dirancang untuk mengekang overtourism and mempromosikan rasa hormat budaya di kalangan pengunjung.

Pertama, Venesia mengumumkan bahwa mereka sedang menjajaki kenaikan pajak pariwisata harian menjadi EUR 50, and kini desa kuno Varenna di Danau Como mengenakan denda which besar kepada visitors which tidak menghormati adat istiadat setempat.

Varenna telah menerapkan kebijakan baru which mengenakan denda hingga EUR 200 bagi visitors which berkeliling desa dengan telanjang dada atau mengenakan pakaian renang. Desa nelayan tradisional ini mengalami lonjakan pariwisata dalam satu dekade terakhir and berupaya menindak visitors which dianggap ‘tidak sopan’. 

Mulai sekarang, bertelanjang dada atau mengenakan pakaian renang hanya diperuntukkan bagi pantai tepi danau, and visitors harus mengenakan pakaian tertutup segera setelah memasuki area komunitas. Varenna dikunjungi ribuan visitors setiap tahunnya, sementara populasi pemukiman hanya berjumlah 650 orang.

Walikota Varenna, Mauro Manzoni, mengatakan kepada wartawan, “Varenna is desa which indah, and kami bangga menyambut ratusan ribu pengunjung dari seluruh dunia setiap tahunnya,” sambil menambahkan, “Namun, kualitas hidup penduduk kami tidak dapat dikorbankan demi pariwisata massal.” 

Varenna juga menerapkan batasan pada grup tur, dengan pemandu sekarang tidak diizinkan menggunakan pengeras suara atau mikrofon, and ukuran grup dibatasi tidak lebih dari 25 orang.

Kebijakan baru ini disambut baik oleh anggota masyarakat lokal and pemilik bisnis lokal. Salah satu pemilik toko setempat mengatakan kepada wartawan, “Di pantai, Anda dapat melakukan apa pun which Anda inginkan, tetapi ketika Anda berjalan-jalan and pergi ke toko, restoran, gereja, atau alun-alun, Anda harus berpakaian sopan.”

Tujuan wisata utama, seperti desa-desa di sekitar Danau Como di Italia and masyarakat di seluruh Bali, sering kali saling mencari panduan and inspirasi dalam hal pengelolaan pariwisata. Meskipun setiap destinasi memiliki nuansa unik which harus dihadapi, gambaran besar permasalahannya tetap sama: kebutuhan masyarakat lokal vs keinginan visitors. 

visitors which bepergian ke Bali and destinasi lainnya di Indonesia harus ingat bahwa ini is negara which sangat konservatif.

Implikasi Lokal & Perspektif Pengunjung

Bali, sebagai sebuah provinsi, relatif liberal, namun visitors harus ingat bahwa ini is budaya terhormat dimana filosofi Hindu Bali mempengaruhi semua aspek kehidupan sehari-hari.

Hal ini telah menjadi perhatian and sering menjadi perdebatan selama beberapa tahun terakhir mengenai cara beberapa visitors berpakaian and berperilaku selama berada in Bali, termasuk mengenakan pakaian pantai di daerah pedesaan, bertelanjang dada saat meninggalkan pantai, and bahkan tidak menghormati aturan berpakaian sederhana which diterapkan di tempat-tempat suci seperti pura. 

Pada bulan Mei 2026, Gubernur Bali Wayan Koster menerbitkan surat terbuka kepada visitors which menyerukan peningkatan rasa hormat terhadap budaya and agar visitors internasional membayar Retribusi Pajak Pariwisata Bali.

Ia menulis “the government bersama masyarakat Bali bekerja keras untuk mengatasi tantangan terkait budaya, lingkungan, infrastruktur, and tata kelola, guna mewujudkan sistem pariwisata berbasis budaya, berkualitas, bermartabat, and berkelanjutan.”

Menambahkan “Dalam rangka mewujudkan tujuan mulia tersebut, Saya Wayan Koster Gubernur Bali mewakili the government and masyarakat Bali dengan hormat mengajak seluruh visitors Asing pecinta Bali untuk ikut menjaga kelestarian Bali and meningkatkan daya saing pariwisata Bali melalui kontribusi Retribusi visitors Asing.”

Retribusi Pajak Pariwisata Bali dikenakan sebesar Rp 150.000 per orang and dapat dibayarkan melalui aplikasi atau website LoveBali. visitors diingatkan bahwa ini is biaya wajib, and the government Bali mengandalkan pendapatan pajak ini.

Jika pembayaran tidak dilakukan, bukan tidak mungkin para pemimpin akan mempertimbangkan tindakan which lebih ekstrem untuk meningkatkan perilaku visitors and menghasilkan pendapatan pajak. 

Rencanakan Liburan Anda in Bali: Pesan Pengemudi Berbahasa Inggris Terbaik Untuk Transfer & Tur Bandara

Berlangganan untuk mendapatkan postingan terbaru which dikirim ke email Anda.

Wawasan Perjalanan Praktis

  • Waktu & Persiapan: Saat menjelajahi destinasi regional atau menghadiri acara budaya, rencanakan rencana perjalanan which fleksibel untuk mengakomodasi upacara lokal and perubahan kondisi pulau.
  • Etiket Lokal: Selalu patuhi adat istiadat desa, aturan berpakaian di kuil (seperti sarung and ikat pinggang tradisional), and praktik-praktik which menghormati lingkungan.
  • Kesadaran Keselamatan: Untuk informasi terkini secara real-time mengenai kondisi laut, cuaca regional, and saran keselamatan di 16 hub, kunjungi Island Travel Safety Radar khusus kami.

Laporan and fotografi asli which dikaitkan dengan . Dikurasi untuk visitors internasional oleh Biro Editorial Bali Expert Guide.

Bacaan Lanjutan

Berita & Cerita Wisata Terkait

Living Cultural Calendar

Mengikuti Thread bersama Ida Ayu Ngurah Puriani

Ida Ayu Ngurah Puriani baru saja lulus dari perguruan tinggi, dengan gelar sarjana pendidikan, ketika ia menjelajahi desa-desa di Karangasem dengan mengendarai Honda Supra. Dia sedang dalam misi mencari kain tenun.

Luh Putu Dian