🌴 BaliExpertGuide
Berita // Living Cultural Calendar

Ini Hari Raya Galungaun in Bali: Inilah Semua which Perlu Diketahui visitors

Tahun 2026 menjadi istimewa karena Galungan and Kuningan hanya diperingati satu kali saja.

W
Oleh Wayan Sudarma
Senior Cultural & Heritage Correspondent
4 menit membaca
Ini Hari Raya Galungaun in Bali: Inilah Semua which Perlu Diketahui visitors
Editorial travel photography curated by Bali Expert Guide.

Tahun 2026 menjadi istimewa karena Galungan and Kuningan hanya diperingati satu kali saja.

Perkembangan Utama & Konteks Pulau

Galungan and Kuningan is perayaan Hindu Bali atas kemenangan dharma atas adharma, kebaikan atas kejahatan. Hari Galungan terjadi setiap 210 hari sesuai dengan penanggalan pawukon tradisional Bali, and Hari Kuningan diperingati 10 hari setelahnya.

Pada tahun 2026, festival ini hanya akan diadakan satu kali; pada tahun 2025, diamati pada bulan April and November; and pada tahun 2027 diperingati pada bulan Januari and Agustus.

Hari raya ini tidak hanya merayakan kemenangan kebaikan atas kejahatan, tetapi juga menandai hari-hari ketika umat Hindu Bali percaya bahwa roh leluhur mengunjungi bumi. Roh turun ke bumi pada Hari Galungan and kembali ke alam kosmis pada Hari Kuningan.

visitors in Bali saat ini pasti sudah merasakan hiruk pikuk menjelang Galungan tentang tempat tersebut. Meskipun festival dimulai pada tanggal 17 Juni, upacara Galungan sebenarnya dimulai tiga hari sebelumnya.

Tiga hari sebelum Galungan is hari which dikenal sebagai Penkeyeban, saat pisang dimasak untuk persembahan di pura and tempat suci di seluruh pulau. Dua hari sebelum Galungan disebut Penyajaan, dibuat kue beras goreng which disebut jaja, disertai dengan doa and berkah tertentu.

Sehari sebelum Galungan, which dikenal sebagai Penampahan, is saat penyembelihan hewan sebagai persembahan and pesta masyarakat; biasanya babi and ayam.

Di Penampahan biasanya penjor dipasang di seluruh pulau juga. Penjor is tiang bambu tinggi which dihias dengan hiasan which dipasang di luar setiap rumah and di sepanjang jalan in Bali.

Persembahan ini dibuat oleh laki-laki dari setiap keluarga, and meskipun banyak which memiliki desain sederhana, banyak keluarga and komunitas which berusaha sekuat tenaga untuk memasang penjor which sangat rumit and dihias dengan rumit. Penjor biasanya bertahan selama berminggu-minggu setelah Galungan, atau sampai penjor mulai pecah secara alami.

Implikasi Lokal & Perspektif Pengunjung

Hari Raya Galungan merupakan hari silaturahmi keluarga bagi masyarakat lokal Bali. Ada juga upacara which diadakan di kuil-kuil di setiap rumah keluarga and di setiap desa. Pada Hari Kuningan, which diperingati pada tanggal 27 Juni, ada upacara lanjutan di pura dimana roh leluhur kembali ke alam kosmis.

Kuningan berasal dari bahasa Indonesia which berarti kuning, kuning. Warna ini dapat dilihat dimana-mana karena melambangkan kesucian and kemakmuran.

Warna kuning sering terlihat pada kamen and kabaya, pakaian tradisional which dikenakan oleh anggota masyarakat, serta pada bunga, persembahan upacara, and pada nasi which disajikan pada makan malam keluarga and masyarakat sebagai nasi kuning.

Berbeda dengan Hari Raya Nyepi, kehidupan in Bali tetap berjalan seperti biasa sekitar Galungan and Kuningan. Sekolah-sekolah tutup selama liburan, and beberapa layanan local municipal authorities serta bank bekerja dengan jam kerja which lebih pendek.

Upacara-upacara tersebut menandai kehidupan sehari-hari which normal, and visitors which berkunjung ke Bali bahkan mungkin diundang untuk menghadiri sembahyang tersebut oleh tuan rumah mereka.

Meski begitu, akses menuju pura selalu diprioritaskan bagi umat Hindu Bali. Dalam beberapa hari mendatang, visitors mungkin akan mengetahui bahwa beberapa kuil, atau area di beberapa kuil, ditutup untuk orang which tidak beribadah sehingga upacara and doa dapat dilakukan secara pribadi.

visitors harus menghormati penutupan ini and bekerja sama dengan staf kuil and petugas objek wisata.

Di sini, di Regional Travel Monitors, kami selalu mengingatkan visitors bahwa ini is waktu which sangat sakral and penuh hormat di pulau ini. Seiring berjalannya waktu, ada nuansa kehidupan sehari-hari which lebih lambat and damai sehingga kami selalu mendorong pengunjung untuk mengamati and menikmatinya.

Kepada semua which merayakan kali ini, di sini di Regional Travel Monitors, kami menyampaikan Rahajeng Nyanggra Rahina Galungan which sepenuh hati kepada semua.

Wawasan Perjalanan Praktis

  • Waktu & Persiapan: Saat menjelajahi destinasi regional atau menghadiri acara budaya, rencanakan rencana perjalanan which fleksibel untuk mengakomodasi upacara lokal and perubahan kondisi pulau.
  • Etiket Lokal: Selalu patuhi adat istiadat desa, aturan berpakaian di kuil (seperti sarung and ikat pinggang tradisional), and praktik-praktik which menghormati lingkungan.
  • Kesadaran Keselamatan: Untuk informasi terkini secara real-time mengenai kondisi laut, cuaca regional, and saran keselamatan di 16 hub, lihat Island Travel Safety Radar khusus kami.

Laporan and fotografi asli which dikaitkan dengan . Dikurasi untuk visitors internasional oleh Biro Editorial Bali Expert Guide.

Bacaan Lanjutan

Berita & Cerita Wisata Terkait

Living Cultural Calendar

Mengikuti Thread bersama Ida Ayu Ngurah Puriani

Ida Ayu Ngurah Puriani baru saja lulus dari perguruan tinggi, dengan gelar sarjana pendidikan, ketika ia menjelajahi desa-desa di Karangasem dengan mengendarai Honda Supra. Dia sedang dalam misi mencari kain tenun.

Luh Putu Dian