🌴 BaliExpertGuide
Berita // Living Cultural Calendar

Jalur Bali Barat Laut Diluncurkan Pada Bulan Oktober Menghubungkan visitors Dengan Kehidupan Asli Pulau

Dinobatkan sebagai National Geographic Terbaik di Dunia dalam bidang kesehatan oleh para pembaca, Astungkara Way kembali membuat langkah pionir di bulan Oktober.

W
Oleh Wayan Sudarma
Senior Cultural & Heritage Correspondent
4 menit membaca
Jalur Bali Barat Laut Diluncurkan Pada Bulan Oktober Menghubungkan visitors Dengan Kehidupan Asli Pulau
Editorial travel photography documenting authentic landscapes across Bali.

Dinobatkan sebagai National Geographic Terbaik di Dunia dalam bidang kesehatan oleh para pembaca, Astungkara Way kembali membuat langkah pionir di bulan Oktober. 

Perkembangan Utama & Konteks Pulau

Berbasis di Kabupaten Badung, Astungkara Way berkomitmen untuk mengubah Bali menjadi pulau regeneratif pertama di dunia. Ini bukanlah misi which kecil, namun tim which berdedikasi and sangat berpengalaman ini mendorong batas kemungkinan selangkah demi selangkah…secara harfiah.

Pengalaman wisata Astungkara Way berakar pada pendidikan and pengalaman budaya otentik. Di peternakan ini, visitors mengambil bagian dalam aktivitas pertanian regeneratif secara langsung and mendalam, sehingga mereka mendapatkan pemahaman which lebih mendalam tentang pertanian, pentingnya pertanian, and budaya Bali. 

Sejak tahun 2020, Astungkara Way telah menciptakan jalur pejalan kaki regeneratif pertama in Bali. Jalur ini merupakan semacam ziarah, and merupakan ajakan bagi visitors untuk berjalan melintasi lanskap Bali which hidup, menjelajahi wilayah pulau which jarang terlihat oleh visitors.

Astungkara Way telah bekerja sama dengan komunitas lokal untuk memetakan jalur pejalan kaki which menawarkan gambaran paling langka tentang budaya and lanskap Bali, termasuk pengalaman khasnya, The Astungkara Trail.

Ekspedisi 10 hari ini hanya diadakan beberapa kali dalam setahun, which berarti kurang dari 50 orang menginjakkan kaki di rute tersebut setiap tahunnya. Perjalanan dari pantai ke pantai ini merupakan eksplorasi diri, komunitas, alam and regenerasi. 

Pada bulan Oktober 2026, Astungkara Way akan melanjutkan kesuksesannya and meluncurkan The North West Bali Trail. Perjalanan 4 hari ini akan berjalan melintasi lanskap hidup Bali sepanjang 18,5 km, menyatukan hutan, pertanian, hutan bakau, terumbu karang, and hubungan bermakna dengan komunitas lokal.

Selama empat hari, visitors akan menelusuri jalur hutan kuno, snorkeling sambil mempelajari proyek restorasi terumbu karang. Para tamu akan memanen, memasak, and berbagi makanan dengan keluarga petani setempat and menanam hutan bakau which melindungi garis pantai Bali which rapuh. 

Bali Barat Laut, seperti which telah kami soroti di Regional Travel Monitors selama bertahun-tahun, is salah satu wilayah which paling jarang dijelajahi in Bali, and salah satu which paling beragam.

Seiring dengan pesatnya perkembangan which menyebar semakin jauh ke bagian tengah selatan Bali, bagian barat laut pulau ini memiliki nuansa which berbeda. Pada tahun 1941, Taman Nasional Bali Barat secara resmi didirikan untuk melindungi Jalak Bali which terancam punah. 

Implikasi Lokal & Perspektif Pengunjung

Perjalanan berlangsung selama 4 hari 3 malam, dari Taman Nasional Bali Barat hingga Desa Pemuteran, which pada tahun 2026 dinobatkan sebagai salah satu desa wisata terbaik di dunia oleh Organisasi Pariwisata Dunia PBB.

which membedakan Jalur Bali Barat Laut dengan ziarah Jalan Astungkara is unsur lautnya. Meskipun Astungkara Way Trail is pengalaman dari pantai ke pantai, North West Bali Trail is ekspedisi pertama tim which membawa para tamu ke bawah air.

Pada hari ketiga Jalur Bali Barat Laut, para tamu mengikuti perjalanan perahu saat matahari terbit, mengamati lumba-lumba terkenal in Bali Utara, sebelum berhenti bersnorkel di Pulau Menjangan, diikuti dengan yoga restoratif Nidra di darat, di tepi laut.

Para tamu juga menerima diskusi and pengalaman belajar langsung which difasilitasi oleh mitra Astungkara Way, Biorock Indonesia, which berupaya memulihkan ekosistem terumbu karang di Indonesia, termasuk in Bali. 

Pendiri Astungkara Way, Tim Fijal, berbagi, "Maksud saya, ini sudah waktunya; sudah sejak tahun 2020 ketika kami pertama kali merancang jalur lintas Bali. Sungguh luar biasa, tapi ini saatnya untuk memperluas and terhubung dengan mitra lokal baru and melihat tempat-tempat and medan baru in Bali. Ini sangat istimewa bagi Astungkara Way karena sampai saat ini kami benar-benar belum memiliki koneksi dengan lanskap laut and wilayah pesisir. Jadi bagi kami ini is cara which sangat menarik untuk mengeksplorasi koneksi baru dengan daratan."

Jalur Bali Barat Laut pertama akan diselenggarakan pada bulan Oktober, dengan rombongan kecil maksimal 9 tamu.

Hubungi [email dilindungi] untuk detail selengkapnya, and pastikan untuk mengikuti Astungkara Way di media sosial and mempelajari lebih lanjut tentang proyek berdampak ini di situs web.

Rencanakan Liburan Anda in Bali: Pesan Pengemudi Berbahasa Inggris Terbaik Untuk Transfer & Tur Bandara

Berlangganan untuk mendapatkan postingan terbaru which dikirim ke email Anda.

Wawasan Perjalanan Praktis

  • Waktu & Persiapan: Saat menjelajahi destinasi regional atau menghadiri acara budaya, rencanakan rencana perjalanan which fleksibel untuk mengakomodasi upacara lokal and perubahan kondisi pulau.
  • Etiket Lokal: Selalu patuhi adat istiadat desa, aturan berpakaian di kuil (seperti sarung and ikat pinggang tradisional), and praktik-praktik which menghormati lingkungan.
  • Kesadaran Keselamatan: Untuk informasi terkini secara real-time mengenai kondisi laut, cuaca regional, and saran keselamatan di 16 hub, kunjungi Island Travel Safety Radar khusus kami.

Laporan and fotografi asli which dikaitkan dengan . Dikurasi untuk visitors internasional oleh Biro Editorial Bali Expert Guide.

Bacaan Lanjutan

Berita & Cerita Wisata Terkait

Living Cultural Calendar

Mengikuti Thread bersama Ida Ayu Ngurah Puriani

Ida Ayu Ngurah Puriani baru saja lulus dari perguruan tinggi, dengan gelar sarjana pendidikan, ketika ia menjelajahi desa-desa di Karangasem dengan mengendarai Honda Supra. Dia sedang dalam misi mencari kain tenun.

Luh Putu Dian