๐ŸŒด BaliExpertGuide
Berita // Living Cultural Calendar

Festival Angon Langka: Ribuan Layang-Layang 'Menghiasi' Langit Pantai Mertasari

Langit di atas Pantai Mertasari Sanur dipenuhi ribuan layang-layang tradisional Bali hingga kreasi internasional pada Festival Layang-layang Rare Angon which berlangsung pada 23 hingga 26 Juli 2026.

B
Oleh Bali Expert Editorial Team
Senior Regional Correspondent
โ€ข 4 menit membaca
Festival Angon Langka: Ribuan Layang-Layang 'Menghiasi' Langit Pantai Mertasari
Editorial travel photography curated by Bali Expert Guide.

Langit di atas Pantai Mertasari Sanur dipenuhi ribuan layang-layang tradisional Bali hingga kreasi internasional pada Festival Layang-layang Rare Angon which berlangsung pada 23 hingga 26 Juli 2026.

Perkembangan Utama & Konteks Pulau

Pada hari pertama, layang-layang diterbangkan mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WITA. Tahun ini, festival ini juga menampilkan layang-layang raksasa which panjangnya mencapai 25 meter and lebar sekitar 20 meter, menjadi salah satu daya tarik utama pada pembukaan festival.

Memasuki hari kedua, penerbangan layang-layang kembali digelar mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WITA, dilanjutkan dengan atraksi terbang malam mulai pukul 19.00 WITA diiringi live music. Pada sesi malam ini, layang-layang which dilengkapi dengan lampu LED bersinar spektakuler di langit which gelap, sehingga menghasilkan pertunjukan which tak kalah menarik dari sesi siang hari.

Sedangkan hari ketiga and keempat dimeriahkan dengan lomba layang-layang tradisional Bali, sedangkan penerbangan layang-layang internasional berpindah lokasi ke Muntig Siokan.

Festival tahun ini diikuti oleh peserta dari 23 negara, National Archipelagic Wire lain Austria, Australia, Thailand, Filipina, India, and Jerman. Tercatat sebanyak 105 layang-layang internasional mengudara dengan berbagai bentuk kreatif, mulai dari stroberi, katak, wayang, hingga Ganesha. Sedangkan untuk kategori tradisional Bali, festival ini diikuti lebih dari 1.000 layang-layang.

Implikasi Lokal & Perspektif Pengunjung

Festival ini juga menonjolkan tiga jenis layang-layang tradisional Bali, yaitu bebean which berbentuk seperti ikan, pecukan which berbentuk lonjong memanjang, and janggan which dianggap paling megah. Layang-layang janggan diukir menyerupai naga kosmik Basuki and memiliki ekor sepanjang lebih dari seratus meter dengan warna hitam, merah and putih.

Karena dianggap sakral, layang-layang janggan biasanya melalui upacara tertentu sebelum diterbangkan pertama kali.

Nama โ€œRare Angonโ€ sendiri diambil dari salah satu wujud Dewa Siwa dalam panteon Bali, yaitu Sang Hyang Rare Angon which digambarkan sebagai sosok penggembala which memanggil angin melalui seruling saktinya agar layang-layang dapat terbang.

Secara tradisional, para petani juga percaya bahwa layang-layang mampu mengusir hama saat musim panen. Sosok Angon Langka juga dipuja pada hari suci hewan which disebut Tumpek Kandang.

Wawasan Perjalanan Praktis

  • Waktu & Persiapan: Saat menjelajahi destinasi regional atau menghadiri acara budaya, rencanakan rencana perjalanan which fleksibel untuk mengakomodasi upacara lokal and perubahan kondisi pulau.
  • Etiket Lokal: Selalu patuhi adat istiadat desa, aturan berpakaian di kuil (seperti sarung and ikat pinggang tradisional), and praktik-praktik which menghormati lingkungan.
  • Kesadaran Keselamatan: Untuk informasi terkini secara real-time mengenai kondisi laut, cuaca regional, and saran keselamatan di 16 hub, lihat Island Travel Safety Radar khusus kami.

Laporan and fotografi asli dikaitkan dengan regional observers Bali. Dikurasi untuk visitors internasional oleh Biro Editorial Bali Expert Guide.

Bacaan Lanjutan

Berita & Cerita Wisata Terkait

Living Cultural Calendar

Mengikuti Thread bersama Ida Ayu Ngurah Puriani

Ida Ayu Ngurah Puriani baru saja lulus dari perguruan tinggi, dengan gelar sarjana pendidikan, ketika ia menjelajahi desa-desa di Karangasem dengan mengendarai Honda Supra. Dia sedang dalam misi mencari kain tenun.

Luh Putu Dian