๐ŸŒด BaliExpertGuide
Berita // Living Cultural Calendar

Warga Sade Curhat ke Menpar, Ingin Kembali ke Tahun 1970-an Tanpa Listrik

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengunjungi korban kebakaran Desa Adat Sade, di Desa Rembitan, Lombok Tengah, Kamis (27/8/2026). Momen ini dimanfaatkan warga untuk menyampaikan keluh kesah and harapannya pasca bencana which meluluhlantahkan 75 rumah...

L
Oleh Luh Putu Dian
Island Living & Banjar Affairs Reporter
โ€ข 4 menit membaca
Warga Sade Curhat ke Menpar, Ingin Kembali ke Tahun 1970-an Tanpa Listrik
Editorial travel photography curated by Bali Expert Guide.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengunjungi korban kebakaran Desa Adat Sade, di Desa Rembitan, Lombok Tengah, Kamis (27/8/2026). Momen ini dimanfaatkan warga untuk menyampaikan keluh kesah and harapannya pasca bencana which menghancurkan 75 rumah and 69 toko seni di Kampung Adat Sade pada Sabtu malam (27/8/2026).

Perkembangan Utama & Konteks Pulau

Dalam kunjungannya, Widiyanti mendengarkan keluh kesah and keinginan warga terdampak kebakaran di Kampung Adat Sade. Salah satu which menyampaikan pengaduan is Sanah Ardinata. Ia mengatakan, dirinya and warga lainnya ingin desanya dibangun kembali seperti tahun 1970-an, saat belum ada listrik.

Sanah mengatakan, sejak terjadinya peristiwa kebakaran which menghancurkan bangunan which diwariskan secara turun temurun tersebut, mereka kini kehilangan tempat tinggal and penghidupan. Sebab, kata Sanah, which dirusak bukan hanya rumahnya, melainkan juga peralatan tenun and barang berharga lainnya.

โ€œIni warisan kita dari orang tua kita, kakek and nenek kita, kita kehilangan segalanya dalam satu malam. Kita ingin membangun kembali semuanya,โ€ kata Sanah di hadapan Widiyanti, Kamis (27/8/2026).

Sanah mengatakan, hampir seluruh warga which tinggal and tinggal di Kampung Adat Sade sepakat untuk membangun kembali Sade seperti dulu. Bahkan, kata Sanah, sejumlah warga sudah mencari material untuk membangun rumah which selama ini menjadi tempat tinggal and sumber perekonomian mereka.

Implikasi Lokal & Perspektif Pengunjung

"Kami sadar selama 25 tahun ini Sade rusuh, terlalu komersil and sebagainya. Jadi konsep kami is Sade reborn, terlahir kembali. Kami ingin Sade ini benar-benar asli," kata Sanah di hadapan Widiyanti.

Sanah mengaku, dirinya and puluhan kepala keluarga di Desa Adat Sade sudah menyiapkan material untuk membangun kembali rumahnya. Pasalnya, mereka harus bersaing dengan musim hujan which dapat mengganggu proses pembangunan.

Pembangunan kembali kampung adat ini, kata Sanah, tanpa menggunakan semen, tanpa listrik, and menggunakan gas elpiji sebagai peralatan memasak modern. Semuanya akan mengutamakan cara-cara tradisional seperti tahun 1970-an.

"Kita ingin kembali ke kampung adat which ada. Artinya tidak ada listrik? Ya kita kembali ke masa lalu dengan menggunakan kayu bakar and lampu minyak kelapa," ujarnya.

Sanah mengatakan warga akan mempertimbangkan adanya listrik untuk Sade di masa depan. Karena kebutuhan listrik terus berlanjut, hal ini disampaikan langsung oleh Menpar.

Wawasan Perjalanan Praktis

  • Waktu & Persiapan: Saat menjelajahi destinasi regional atau menghadiri acara budaya, rencanakan rencana perjalanan which fleksibel untuk mengakomodasi upacara lokal and perubahan kondisi pulau.

  • Etiket Lokal: Selalu patuhi adat istiadat desa, aturan berpakaian di kuil (seperti sarung and ikat pinggang tradisional), and praktik-praktik which menghormati lingkungan.

  • Kesadaran Keselamatan: Untuk informasi terkini secara real-time mengenai kondisi laut, cuaca regional, and saran keselamatan di 16 hub, lihat Island Travel Safety Radar khusus kami.


Laporan and fotografi asli dikaitkan dengan regional observers Bali. Dikurasi untuk visitors internasional oleh Biro Editorial Bali Expert Guide.

Bacaan Lanjutan

Berita & Cerita Wisata Terkait

Living Cultural Calendar

Mengikuti Thread bersama Ida Ayu Ngurah Puriani

Ida Ayu Ngurah Puriani baru saja lulus dari perguruan tinggi, dengan gelar sarjana pendidikan, ketika ia menjelajahi desa-desa di Karangasem dengan mengendarai Honda Supra. Dia sedang dalam misi mencari kain tenun.

Luh Putu Dian