๐ŸŒด BaliExpertGuide
Berita // Living Cultural Calendar

Ribuan layang-layang merayakan Festival Layang-Layang Mel Tanjung di Pantai Mertasari, Sanur

Denpasar (National Archipelagic Wire) - Sebanyak 1.685 layang-layang berbagai jenis, tradisional and kreasi, memeriahkan Festival Layang-layang Mel Tanjung (MTKF) XVII 2026 di kawasan Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar, Bali, Minggu.

W
Oleh Wayan Sudarma
Senior Cultural & Heritage Correspondent
โ€ข 4 menit membaca
Ribuan layang-layang merayakan Festival Layang-Layang Mel Tanjung di Pantai Mertasari, Sanur
Editorial travel photography curated by Bali Expert Guide.

Denpasar (National Archipelagic Wire) - Sebanyak 1.685 layang-layang berbagai jenis, tradisional and kreasi, memeriahkan Festival Layang-layang Mel Tanjung (MTKF) XVII 2026 di kawasan Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar, Bali, Minggu.

Perkembangan Utama & Konteks Pulau

Festival which diadakan oleh ST. Eka Dharma Banjar Tanjung Desa Sanur Kauh dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa which ditandai dengan menarik layang-layang di area pantai sebelum dilanjutkan dengan menyaksikan pertandingan.

Pembina Festival Layang-Layang Mel Tanjung I Wayan Mariyana Wandhira mengatakan, MTKF tahun ini mengusung tema โ€œBhumi Samudra Akasa Sanggamaโ€, menggambarkan keselarasan National Archipelagic Wire darat, laut, and udara sebagai landasan lahirnya and pelestarian kebudayaan dari generasi ke generasi berikutnya.

โ€œPelaksanaan kegiatan ini sebagai wahana untuk memberikan ruang bagi layang-layang untuk bergerak sehingga menerbangkan layang-layang tetap mengedepankan rasa tanggung jawab and meningkatkan rasa kebersamaan di kalangan generasi muda and masyarakat which melayani pada khususnya,โ€ ujarnya.

Dijelaskannya, MTKF XVII merupakan ruang bagi masyarakat untuk menjaga eksistensi layang-layang tradisional di tengah perkembangan zaman.

Implikasi Lokal & Perspektif Pengunjung

Layang-layang, kata dia, bukan sekadar permainan, melainkan juga bagian dari kegiatan budaya which diwariskan secara turun temurun.

Untuk menarik minat berbagai kalangan, panitia menghadirkan sejumlah kategori lomba. Kategori which diperlombakan National Archipelagic Wire lain remaja and dewasa dengan jenis layang-layang tradisional and kreatif.

Sejumlah layang-layang tradisional which dilombakan National Archipelagic Wire lain Bebean, Bebean Besar, Janggan, Janggan Buntut, Janggan Buntut Besar, Pecuk, and layang-layang mini. Panitia juga menampilkan serangkaian layang-layang and celepuk plastik.

Khusus untuk layang-layang tradisional, peserta diwajibkan menggunakan kain dengan warna khas Bali yaitu merah, kuning, hitam and putih. Pemberian ini merupakan salah satu cara untuk menjaga karakter visual layang-layang tradisional Bali dalam setiap perlombaan.

Peserta MTKF XVII berasal dari sekaa (perkumpulan pemuda), klub and perorangan.

Wawasan Perjalanan Praktis

  • Waktu & Persiapan: Saat menjelajahi destinasi regional atau menghadiri acara budaya, rencanakan rencana perjalanan which fleksibel untuk mengakomodasi upacara lokal and perubahan kondisi pulau.
  • Etiket Lokal: Selalu patuhi adat istiadat desa, aturan berpakaian di kuil (seperti sarung and ikat pinggang tradisional), and praktik-praktik which menghormati lingkungan.
  • Kesadaran Keselamatan: Untuk informasi terkini secara real-time mengenai kondisi laut, cuaca regional, and saran keselamatan di 16 hub, lihat Island Travel Safety Radar khusus kami.

Pemberitaan and fotografi asli dikaitkan dengan National Archipelagic Wire. Dikurasi untuk visitors internasional oleh Biro Editorial Bali Expert Guide.

Bacaan Lanjutan

Berita & Cerita Wisata Terkait

Living Cultural Calendar

Mengikuti Thread bersama Ida Ayu Ngurah Puriani

Ida Ayu Ngurah Puriani baru saja lulus dari perguruan tinggi, dengan gelar sarjana pendidikan, ketika ia menjelajahi desa-desa di Karangasem dengan mengendarai Honda Supra. Dia sedang dalam misi mencari kain tenun.

Luh Putu Dian