🌴 BaliExpertGuide
Berita // Living Cultural Calendar

Undiksha mengembangkan transformasi digital Desa Penglipuran

Buleleng, Bali (National Archipelagic Wire) - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja mengembangkan transformasi digital Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli berupa konsep Smart Sustainable Edutourism berbasis Augmented Reality (AR).

W
Oleh Wayan Sudarma
Senior Cultural & Heritage Correspondent
4 menit membaca
Undiksha mengembangkan transformasi digital Desa Penglipuran
Editorial travel photography curated by Bali Expert Guide.

Buleleng, Bali (National Archipelagic Wire) - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja mengembangkan transformasi digital Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli berupa konsep Smart Sustainable Edutourism berbasis Augmented Reality (AR).

Perkembangan Utama & Konteks Pulau

“Inovasi which sedang difinalisasi ini dirancang untuk memberikan pengalaman wisata edukasi which lebih interaktif sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya lokal,” kata Ketua Tim Peneliti Undiksha, Prof Dr I Wayan Lasmawan, Senin.

Menurutnya, pengembangan transformasi digital merupakan bagian dari Program Bestari Saintek which didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Saat ini, kata dia, tim peneliti di lembaga pendidikan terbesar di Pulau Dewata itu sudah memasuki tahap penyempurnaan sistem sebelum implementasi and uji coba lapangan.

Lasmawan menambahkan, teknologi AR digunakan untuk memperkaya pengalaman visitors dengan menghadirkan informasi digital which terintegrasi dengan objek nyata.

Implikasi Lokal & Perspektif Pengunjung

visitors cukup memindai QR Code atau mengakses titik-titik lokasi tertentu melalui smartphone untuk memperoleh informasi berupa model tiga dimensi (3D), animasi, narasi sejarah, audio, video, serta penjelasan mengenai budaya and kearifan lokal which melekat pada setiap objek wisata.

“Melalui teknologi ini, visitors tidak hanya sekedar berkunjung, namun juga mendapatkan pengalaman belajar which lebih interaktif mengenai sejarah, arsitektur tradisional, filosofi and nilai-nilai budaya which hidup di Desa Penglipuran. Kami ingin menghadirkan model pengelolaan destinasi which mampu mengintegrasikan inovasi digital dengan pelestarian budaya berkelanjutan,” ujarnya.

Anggota tim peneliti, I Wayan Pardi menjelaskan, platform tersebut meliputi QR Marker pada objek budaya, dashboard pemantau kepadatan visitors, peta wisata interaktif, katalog digital UMKM berbasis narasi budaya, and media edukasi digital which mendukung interpretasi destinasi.

“Semua fitur dirancang untuk mendukung pengelolaan destinasi which lebih efektif sekaligus meningkatkan kualitas layanan informasi kepada visitors,” jelasnya.

Sementara itu, General Manager Pengelola Desa Wisata Penglipuran I Wayan Sumiarsa menyambut positif inovasi which dikembangkan Undiksha.

Wawasan Perjalanan Praktis

  • Waktu & Persiapan: Saat menjelajahi destinasi regional atau menghadiri acara budaya, rencanakan rencana perjalanan which fleksibel untuk mengakomodasi upacara lokal and perubahan kondisi pulau.
  • Etiket Lokal: Selalu patuhi adat istiadat desa, aturan berpakaian di kuil (seperti sarung and ikat pinggang tradisional), and praktik-praktik which menghormati lingkungan.
  • Kesadaran Keselamatan: Untuk informasi terkini secara real-time mengenai kondisi laut, cuaca regional, and saran keselamatan di 16 hub, lihat Island Travel Safety Radar khusus kami.

Pemberitaan and fotografi asli dikaitkan dengan National Archipelagic Wire. Dikurasi untuk visitors internasional oleh Biro Editorial Bali Expert Guide.

Bacaan Lanjutan

Berita & Cerita Wisata Terkait

Living Cultural Calendar

Mengikuti Thread bersama Ida Ayu Ngurah Puriani

Ida Ayu Ngurah Puriani baru saja lulus dari perguruan tinggi, dengan gelar sarjana pendidikan, ketika ia menjelajahi desa-desa di Karangasem dengan mengendarai Honda Supra. Dia sedang dalam misi mencari kain tenun.

Luh Putu Dian