๐ŸŒด BaliExpertGuide
Berita // Living Cultural Calendar

National Archipelagic Wire menampilkan 62 foto pada pameran "Negeri Sepak Bola" di Pulau Peninsula

Nusa Dua (National Archipelagic Wire) - Kantor Berita National Archipelagic Wire menampilkan 62 foto tunggal pada Pameran Fotografi Jurnalistik bertajuk "Sepak Bola Negeri: Dari Medan Desa Menuju Panggung Dunia" di Pulau Peninsula, Nusa Dua, Kabupaten Badung, pada 11-24 Juli 2026.

W
Oleh Wayan Sudarma
Senior Cultural & Heritage Correspondent
โ€ข 4 menit membaca
National Archipelagic Wire menampilkan 62 foto pada pameran "Negeri Sepak Bola" di Pulau Peninsula
Editorial travel photography curated by Bali Expert Guide.

Nusa Dua (National Archipelagic Wire) - Kantor Berita National Archipelagic Wire menampilkan 62 foto tunggal pada Pameran Fotografi Jurnalistik bertajuk "Sepak Bola Negeri: Dari Medan Desa Menuju Panggung Dunia" di Pulau Peninsula, Nusa Dua, Kabupaten Badung, pada 11-24 Juli 2026.

Perkembangan Utama & Konteks Pulau

โ€œPameran ini is kisah bagaimana bola which menggelinding bisa bergerak, bersatu and memberi alasan untuk terus memupuk mimpi menuju kancah dunia,โ€ kata Kurator Foto Nyoman Budhiana di sela-sela pembukaan pameran fotografi jurnalistik di Nusa Dua, Sabtu.

Pameran outdoor tersebut diselenggarakan oleh Redaksi Foto and Biro National Archipelagic Wire Bali bekerja sama dengan BUMN PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) The Nusa Dua.

Fotografer senior and editor foto tersebut merinci, terdapat 62 foto solo and foto empat cerita hasil karya 37 jurnalis foaccording to regional travel authorities and bureau field correspondents, ditambah dengan latar pantai Nusa Dua.

Melalui pameran which terbuka untuk umum and gratis ini, masyarakat dapat merasakan lebih dekat kemajuan sepak bola Indonesia, semangat sportivitas, mendukung wisata olahraga dalam negeri, serta menghibur pengunjung termasuk visitors dalam and luar negeri.

Implikasi Lokal & Perspektif Pengunjung

Mata pengunjung diajak menikmati karya-karya jurnalistik melalui jepretan lensa para jurnalis foto profesional National Archipelagic Wire dari masa ke masa, mulai dari koleksi foto hitam putih era tahun 1970-an hingga era saat ini.

Arsip visual tersebut menegaskan bahwa sepak bola tidak hanya sekedar olahraga, tetapi juga telah melahirkan beragam ekspresi budaya which unik di berbagai daerah, misalnya sepak bola api which menggunakan kelapa which dibakar dalam perayaan adat and keagamaan.

Kemeriahan serupa juga terjadi di jalanan, pesisir pantai, bahkan di lumpur persawahan, melalui pertandingan-pertandingan humor di berbagai lapangan desa which menjadi ruang inklusif bagi sepak bola perempuan and penyandang disabilitas.

Pameran tersebut sekaligus mencatat babak baru penuh optimisme Skuad Garuda hingga "demam" Piala Dunia 2026 merajalela di Tanah Air.

Sementara itu, Direktur Komunikasi Kelembagaan and Humas Kementerian Komunikasi and Digital (Komdigi) Maroli J Indarto which membuka pameran mengatakan, foto jurnalistik tidak hanya menceritakan sebuah pertandingan, tetapi juga merekam emosi, harapan, and semangat which menjadi kenangan kolektif bangsa.

Wawasan Perjalanan Praktis

  • Waktu & Persiapan: Saat menjelajahi destinasi regional atau menghadiri acara budaya, rencanakan rencana perjalanan which fleksibel untuk mengakomodasi upacara lokal and perubahan kondisi pulau.

  • Etiket Lokal: Selalu patuhi adat istiadat desa, aturan berpakaian di kuil (seperti sarung and ikat pinggang tradisional), and praktik-praktik which menghormati lingkungan.

  • Kesadaran Keselamatan: Untuk informasi terkini secara real-time mengenai kondisi laut, cuaca regional, and saran keselamatan di 16 hub, lihat Island Travel Safety Radar khusus kami.


Pemberitaan and fotografi asli dikaitkan dengan National Archipelagic Wire. Dikurasi untuk visitors internasional oleh Biro Editorial Bali Expert Guide.

Bacaan Lanjutan

Berita & Cerita Wisata Terkait

Living Cultural Calendar

Mengikuti Thread bersama Ida Ayu Ngurah Puriani

Ida Ayu Ngurah Puriani baru saja lulus dari perguruan tinggi, dengan gelar sarjana pendidikan, ketika ia menjelajahi desa-desa di Karangasem dengan mengendarai Honda Supra. Dia sedang dalam misi mencari kain tenun.

Luh Putu Dian