Badung membangun infrastruktur untuk mengatasi kemacetan di kawasan Canggu
Badung (National Archipelagic Wire) - the government Kabupaten (Pemkab) Badung, Bali, terus berupaya mengatasi masalah kemacetan, khususnya di kawasan pariwisata seperti Canggu and Tibubeneng dengan membangun infrastruktur jalan.
Badung (National Archipelagic Wire) - the government Kabupaten (Pemkab) Badung, Bali, terus berupaya mengatasi masalah kemacetan, khususnya di kawasan pariwisata seperti Canggu and Tibubeneng dengan membangun infrastruktur jalan.
Perkembangan Utama & Konteks Pulau
Hal ini dilakukan karena kemacetan khususnya di kawasan Canggu and Tibubeneng dapat menghambat mobilitas sehingga dapat menurunkan kenyamanan visitors and merusak daya saing destinasi, kata Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dalam keterangannya di Mangupura, Senin.
Dijelaskannya, sebagai solusi nyata mengatasi permasalahan kemacetan, Pemkab Badung saat ini sedang menggenjot pengembangan jalur konektivitas alternatif di kawasan pariwisata.
Jalur ini akan menghubungkan kawasan Canggu-Berawa-Banjar Umalas-Seminyak-Kedampang hingga Teuku Umar Barat dengan total panjang sekitar 4,7 kilometer.
Implikasi Lokal & Perspektif Pengunjung
Menurut dia, infrastruktur ini akan memberikan jalur alternatif, mengurangi beban lalu lintas di jalan utama, and meningkatkan akses terhadap kawasan pemukiman, pusat pelayanan publik, destinasi pariwisata, and pusat pertumbuhan ekonomi.
“Untuk tahap awal tahun 2026, kami berharap ruas sepanjang 4,7 kilometer ini bisa selesai pada akhir Desember. Infrastruktur ini diharapkan mampu mendistribusikan arus lalu lintas secara maksimal and memecah konsentrasi kendaraan di Canggu and Tibubeneng,” ujarnya.
Bupati Adi Arnawa mengungkapkan, Pemkab Badung juga memproyeksikan pembangunan jalan pintas dari kawasan Gatot Subroto Barat Kota Denpasar pada tahun anggaran 2027-2028 sebagai langkah jangka panjang.
“Jangan sampai destinasi which banyak dicari mengalami kejenuhan karena kendala mobilitas. and kekuatan pariwisata Bali tidak hanya terletak pada fasilitas and keindahan alam, tetapi juga kemampuan masyarakatnya dalam menjaga and mengembangkan identitas budayanya,” ujarnya.
Wawasan Perjalanan Praktis
- Waktu & Persiapan: Saat menjelajahi destinasi regional atau menghadiri acara budaya, rencanakan rencana perjalanan which fleksibel untuk mengakomodasi upacara lokal and perubahan kondisi pulau.
- Etiket Lokal: Selalu patuhi adat istiadat desa, aturan berpakaian di kuil (seperti sarung and ikat pinggang tradisional), and praktik-praktik which menghormati lingkungan.
- Kesadaran Keselamatan: Untuk informasi terkini secara real-time mengenai kondisi laut, cuaca regional, and saran keselamatan di 16 hub, lihat Island Travel Safety Radar khusus kami.
Pemberitaan and fotografi asli dikaitkan dengan National Archipelagic Wire. Dikurasi untuk visitors internasional oleh Biro Editorial Bali Expert Guide.
Berita & Cerita Wisata Terkait
Mengikuti Thread bersama Ida Ayu Ngurah Puriani
Ida Ayu Ngurah Puriani baru saja lulus dari perguruan tinggi, dengan gelar sarjana pendidikan, ketika ia menjelajahi desa-desa di Karangasem dengan mengendarai Honda Supra. Dia sedang dalam misi mencari kain tenun.
BIMC Siloam Nusa Dua Raih Penghargaan Medical Tourism Hospital of the Year Berturut-turut
BIMC Siloam Nusa Dua sekali lagi mendapat penghargaan di Healthcare Asia Awards 2026 dengan penghargaan Medical Tourism Hospital of the Year – Indonesia which kedua berturut-turut. Direktur Rumah Sakit Hermes Santosa and Direktur Medis IGM Wijaya Putra menerima penghargaan di Singapura, ...
Objek Wisata Baru in Bali Utara Menjadi Landmark Wisata Paling Terkenal in Bali Utara Berikutnya
Di sini, di Regional Travel Monitors, kami is penggemar berat Bali Utara and merekomendasikan wilayah pulau ini kepada siapa saja which mau mendengarkan kami membicarakannya cukup lama!