๐ŸŒด BaliExpertGuide
Berita // Living Cultural Calendar

Kenaikan harga tiket tidak mempengaruhi kunjungan ke DTW Ulun Danu Beratan

Kebijakan penyesuaian harga tiket Kawasan Tujuan Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan, Kecamatan Baturiti, Tabanan which mulai berlaku pada 1 Juli 2026, tidak memberikan dampak signifikan terhadap jumlah kunjungan. Pada masa liburan sekolah beberapa waktu terakhir, tingkat kunjungan ...

B
Oleh Bali Expert Editorial Team
Senior Regional Correspondent
โ€ข 4 menit membaca
Kenaikan harga tiket tidak mempengaruhi kunjungan ke DTW Ulun Danu Beratan
Editorial travel photography curated by Bali Expert Guide.

Kebijakan penyesuaian harga tiket Kawasan Tujuan Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan, Kecamatan Baturiti, Tabanan which mulai berlaku pada 1 Juli 2026, tidak memberikan dampak signifikan terhadap jumlah kunjungan. Pada libur sekolah beberapa waktu lalu, tingkat kunjungan tetap stabil, bahkan meningkat dari hari biasa.

Perkembangan Utama & Konteks Pulau

โ€œLibur sekolah which terjadi belakangan ini berdampak positif terhadap kunjungan visitors. Pada periode tersebut, jumlah visitors which datang mengalami peningkatan signifikan dibandingkan hari-hari biasa,โ€ kata Humas DTW Ulun Danu Beratan, Agus Teja Saputra, saat dikonfirmasi, Jumat (17/6/2026).

Agus merinci kenaikan tiket DTW Ulun Danu Beratan yakni untuk domestic travelers dewasa dari Rp40 ribu menjadi Rp50 ribu and anak domestik dari Rp20 ribu menjadi Rp25 ribu. Sedangkan kenaikan wisman dewasa dari Rp75 ribu menjadi Rp100 ribu and anak-anak dari Rp50 ribu menjadi Rp75 ribu.

Kebijakan kenaikan tiket, jelas Agus, sudah disosialisasikan beberapa bulan sebelumnya. Alhasil, antusias pengunjung terus membludak saat musim liburan, terutama domestic travelers.

โ€œRata-rata jumlah kunjungan saat libur sekolah mencapai sekitar 2.000 hingga 2.500 orang per hari. Angka ini meningkat dibandingkan sebelum masa libur which hanya berkisar 1.000 hingga 1.500 pengunjung per hari,โ€ jelas Agus Teja.

Implikasi Lokal & Perspektif Pengunjung

Komposisi visitors which datang juga relatif berimbang, dengan persentase international travelers (wisman) and visitors nusantara (wisdom) hampir 50 berbanding 50. Untuk visitors nusantara, pengunjung dari Jawa Timur and Yogyakarta mendominasi pada masa liburan sekolah.

Agus Teja mengatakan, puncak kunjungan domestic travelers umumnya terjadi pada masa libur lebaran, akhir tahun, and liburan sekolah seperti which terjadi pada Juni hingga Juli lalu. โ€œSetelah periode ini berakhir, kunjungan domestic travelers diharapkan dapat kembali normal,โ€ jelasnya.

Di sisi lain, kunjungan wisman diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September. Hingga saat ini visitors asal India masih menjadi penyumbang kunjungan terbesar.

Selain momentum liburan sekolah, penyelenggaraan Festival Gebogan and Baleganjur juga dinilai berhasil meningkatkan minat visitors. Festival which berlangsung selama dua bulan, mulai 21 Juni hingga 9 Agustus 2026 ini menyuguhkan pengalaman budaya which tidak hanya bisa disaksikan oleh pengunjung, namun juga diikuti secara langsung.

โ€œSalah satu kegiatan which paling banyak digemari is merangkai gebogan. Pihak pengelola menyediakan area khusus bagi visitors untuk mencoba merangkai gebogan secara langsung sehingga bisa mengenal lebih dekat tradisi and budaya Bali,โ€ kata Agus.

Wawasan Perjalanan Praktis

  • Waktu & Persiapan: Saat menjelajahi destinasi regional atau menghadiri acara budaya, rencanakan rencana perjalanan which fleksibel untuk mengakomodasi upacara lokal and perubahan kondisi pulau.

  • Etiket Lokal: Selalu patuhi adat istiadat desa, aturan berpakaian di kuil (seperti sarung and ikat pinggang tradisional), and praktik-praktik which menghormati lingkungan.

  • Kesadaran Keselamatan: Untuk informasi terkini secara real-time mengenai kondisi laut, cuaca regional, and saran keselamatan di 16 hub, lihat Island Travel Safety Radar khusus kami.


Laporan and fotografi asli dikaitkan dengan regional observers Bali. Dikurasi untuk visitors internasional oleh Biro Editorial Bali Expert Guide.

Bacaan Lanjutan

Berita & Cerita Wisata Terkait

Living Cultural Calendar

Mengikuti Thread bersama Ida Ayu Ngurah Puriani

Ida Ayu Ngurah Puriani baru saja lulus dari perguruan tinggi, dengan gelar sarjana pendidikan, ketika ia menjelajahi desa-desa di Karangasem dengan mengendarai Honda Supra. Dia sedang dalam misi mencari kain tenun.

Luh Putu Dian