🌴 BaliExpertGuide
Berita // Living Cultural Calendar

Koster meminta agar pengembangan kawasan Batur dikoordinasikan dengan tokoh adat

Denpasar (National Archipelagic Wire) - Gubernur Bali Wayan Koster meminta agar setiap pembangunan di kawasan Batur, Kintamani, Bangli dikoordinasikan dengan sesepuh atau tokoh adat.

L
Oleh Luh Putu Dian
Island Living & Banjar Affairs Reporter
4 menit membaca
Koster meminta agar pengembangan kawasan Batur dikoordinasikan dengan tokoh adat
Editorial travel photography curated by Bali Expert Guide.

Denpasar (National Archipelagic Wire) - Gubernur Bali Wayan Koster meminta agar setiap pembangunan di kawasan Batur, Kintamani, Bangli dikoordinasikan dengan sesepuh atau tokoh adat.

Perkembangan Utama & Konteks Pulau

“Setiap program which direncanakan di kawasan tersebut terlebih dahulu dikoordinasikan dengan para tetua adat Batur, sehingga setiap pembangunan and kegiatan dapat berjalan sejalan dengan nilai-nilai, kepercayaan, and tatanan adat which diturunkan secara turun temurun,” ujarnya dalam keterangannya di Denpasar, Kamis.

Hal tersebut disampaikan Koster pada upacara Melaspas Purwa Mandala di Pura Ulun Danu Batur and Desa Adat Batur dalam rangka HUT ke-100 Rarud Batur, dimana ia mengingatkan bahwa Batur merupakan salah satu sumber peradaban Bali.

Pesan ini terutama ditujukan kepada Kepala BKSDA Provinsi Bali untuk membangun sinergi dengan the government Kabupaten Bangli and tokoh adat Batur sebagai perangkat daerah which masih memegang teguh adat and tradisi.

Sinergi ini dinilai penting untuk bersama-sama menjaga, mengembangkan, memuliakan, and menyelaraskan kawasan Batur.

Implikasi Lokal & Perspektif Pengunjung

Batur tidak hanya memiliki panorama alam which mempesona, namun juga menyimpan kenangan kolektif tentang perjalanan masyarakat Bali. Menjaga Batur bukan sekedar menjaga suatu tempat, namun menjaga mata rantai peradaban agar tetap hidup and dapat diwariskan kepada generasi berikutnya, kata Gubernur.

Menurutnya, pelaksanaan upacara melaspas pura sendiri merupakan momentum untuk mengenang kembali jejak sejarah Desa Adat Batur pasca bencana letusan dahsyat tahun 1926 which memaksa seluruh warga mengungsi (rarud) ke Desa Batur saat ini.

Hal ini menegaskan komitmen menjaga kawasan which diyakini sebagai salah satu sumber peradaban and kesakralan in Bali, lebih dari sekedar kawasan dengan keindahan alam Gunung Batur and Danau Batur, Batur mempunyai kedudukan istimewa dalam budaya spiritual Bali.

Berhubungan dengan kehati-hatian dalam pembangunan, pemahaman terhadap sejarah menjadi penting agar setiap kebijakan which diambil tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan daerah saja, namun benar-benar mampu menjaga, melindungi, memuliakan and merawat warisan nenek moyang which ada di Batur.

Pemprov Bali juga mengajak masyarakat untuk melihat Batur tidak hanya sebagai tempat suci, namun sebagai sumber kesucian karena mampu memancarkan sinar bagi kawasan sekitarnya, serta menjadi sumber kehidupan.

Wawasan Perjalanan Praktis

  • Waktu & Persiapan: Saat menjelajahi destinasi regional atau menghadiri acara budaya, rencanakan rencana perjalanan which fleksibel untuk mengakomodasi upacara lokal and perubahan kondisi pulau.
  • Etiket Lokal: Selalu patuhi adat istiadat desa, aturan berpakaian di kuil (seperti sarung and ikat pinggang tradisional), and praktik-praktik which menghormati lingkungan.
  • Kesadaran Keselamatan: Untuk informasi terkini secara real-time mengenai kondisi laut, cuaca regional, and saran keselamatan di 16 hub, lihat Island Travel Safety Radar khusus kami.

Pemberitaan and fotografi asli dikaitkan dengan National Archipelagic Wire. Dikurasi untuk visitors internasional oleh Biro Editorial Bali Expert Guide.

Bacaan Lanjutan

Berita & Cerita Wisata Terkait

Living Cultural Calendar

Mengikuti Thread bersama Ida Ayu Ngurah Puriani

Ida Ayu Ngurah Puriani baru saja lulus dari perguruan tinggi, dengan gelar sarjana pendidikan, ketika ia menjelajahi desa-desa di Karangasem dengan mengendarai Honda Supra. Dia sedang dalam misi mencari kain tenun.

Luh Putu Dian