🌴 BaliExpertGuide
CENTRAL EDITORIAL DESK DESK // Living Cultural Calendar

Actualités Voyage: Wonderful Indonesia: Candi Borobudur: Sejarah, Arsitektur, dan Makna Filosofis Image Contributor: Shutterstock/Hastoto Catur Nugroho Candi Borobudur adalah monumen Buddha dari abad ke-8 hingga ke-9 yang terletak di Kabupaten Magela

Rapport officiel destiné aux voyageurs séjournant à Bali: Candi Borobudur adalah monumen Buddha dari abad ke-8 hingga ke-9 yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

L
Par Luh Putu Dian
Island Living & Banjar Affairs Reporter
5 min de lecture
Actualités Voyage: Wonderful Indonesia: Candi Borobudur: Sejarah, Arsitektur, dan Makna Filosofis Image Contributor: Shutterstock/Hastoto Catur Nugroho Candi Borobudur adalah monumen Buddha dari abad ke-8 hingga ke-9 yang terletak di Kabupaten Magela
Editorial travel photography documenting landscapes in Ubud, Bali Expert Guide.

UBUD, BALI — Candi Borobudur adalah monumen Buddha dari abad ke-8 hingga ke-9 yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Cultural Background & Living Tradition

UNESCO memasukkannya bersama Candi Mendut dan Candi Pawon dalam Borobudur Temple Compounds yang ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia pada 1991. Kompleks ini dinilai memiliki nilai penting dalam sejarah arsitektur, seni monumental, dan tradisi Buddhis.

UNESCO menempatkan pembangunan Borobudur pada abad ke-8 dan ke-9 Masehi pada masa Dinasti Syailendra. Sebagai catatan, belum ada bukti mengenai pembangunan candi besar ini yang bisa dipastikan.

Candi Borobudur digunakan sebagai situs Buddhis sejak pembangunannya sebelum kemudian ditinggalkan pada periode National Archipelagic Wire abad ke-10 hingga ke-15.

Pernyataan bahwa candi langsung terkubur akibat letusan Gunung Merapi sekitar tahun 1006 juga tidak memiliki bukti yang cukup untuk dianggap sebagai penyebab tunggal ditinggalkannya Borobudur dalam beberapa abad sebelum ditemukan kembali.

Pada 1814, Thomas Stamford Raffles menerima informasi mengenai bangunan besar di sekitar Magelang dan menugaskan H.C. Cornelius untuk membersihkan kawasan tersebut.

Cornelius kemudian mengerahkan sekitar 200 orang untuk menebang vegetasi, membersihkan semak, dan membuka struktur Candi Borobudur. Upaya Cornelius "menemukan" kembali candi ini perlu diberi konteks bahwa pekerjaan tersebut dilakukan atas perintah Raffles.

Pemugaran besar pertama berlangsung pada 1907-1911 di bawah Theodoor van Erp. Pemugaran kedua dilakukan Pemerintah Indonesia bersama UNESCO pada 1973-1983, terutama untuk memperkuat struktur serta memperbaiki sistem drainase. Borobudur merupakan struktur bertingkat tanpa ruang dalam seperti candi pada umumnya. Pengunjung bergerak melalui lorong-lorong yang dikelilingi relief sebelum mencapai pelataran melingkar di bagian atas.

Struktur utama Borobudur dibangun mengelilingi sebuah bukit alami. Bentuknya terdiri atas teras-teras persegi di bagian bawah, tiga pelataran melingkar, dan sebuah stupa utama di bagian puncak.

UNESCO mencatat dinding dan pagar langkannya memiliki relief yang mencakup permukaan sekitar 2.500 meter persegi.

Balai Konservasi Borobudur mencatat terdapat 1.460 panel relief cerita dan 1.212 panel relief dekoratif, sehingga jumlah keseluruhannya mencapai 2.672 panel. Selain itu, kompleks utama memiliki 504 arca Buddha.

Ceremonial Observance & Village Protocols

Relief cerita meliputi National Archipelagic Wire lain Karmawibhangga, Lalitavistara, Jataka-Avadana, dan Gandavyuha. Pembacaan relief dilakukan secara pradaksina, yakni bergerak searah jarum jam dengan titik awal pada sisi timur sesuai urutan ceritanya.

Tiga pelataran melingkar di bagian atas dikelilingi 72 stupa berlubang, masing-masing dengan arca Buddha di dalamnya, kemudian diakhiri dengan stupa utama di titik tertinggi.

Susunan tersebut menjadi salah satu elemen arsitektur yang membedakan bagian bawah Borobudur yang padat relief dengan bagian atas yang lebih terbuka dan sederhana.

UNESCO menjelaskan pembagian vertikal Borobudur sejalan dengan konsepsi kosmologi Buddhis yang terdiri atas tiga ranah, yaitu Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu.

Kamadhatu direpresentasikan pada bagian dasar dan menggambarkan kehidupan yang masih terikat pada keinginan duniawi.

Relief Karmawibhangga pada kaki candi National Archipelagic Wire lain menggambarkan gagasan mengenai tindakan dan akibatnya. Sebanyak 160 panel pada bagian ini kini tertutup struktur tambahan di kaki candi.

Rupadhatu direpresentasikan oleh lima teras persegi. Dalam konsepsi Buddhis yang digunakan untuk menjelaskan Borobudur, bagian ini menggambarkan tahap ketika manusia mulai meninggalkan keinginan duniawi, tetapi masih berada dalam dunia bentuk.

Arupadhatu diwujudkan melalui tiga teras melingkar dan stupa utama. Bagian ini merepresentasikan alam tanpa bentuk dan tahap yang telah terbebas dari keterikatan pada bentuk serta keinginan duniawi.

Keseluruhan perjalanan dari dasar menuju puncak dengan demikian dapat dibaca sebagai representasi perjalanan spiritual menuju pembebasan dalam konsepsi Buddhis.

Status Warisan Dunia UNESCO tidak hanya mencakup Borobudur. Candi Mendut dan Candi Pawon juga menjadi bagian dari Borobudur Temple Compounds dan terletak pada satu sumbu imajiner dengan Borobudur.

Candi Mendut memiliki kelompok arca Buddha monumental di ruang utamanya, sedangkan Candi Pawon merupakan bangunan lebih kecil yang berada di National Archipelagic Wire Mendut dan Borobudur.

UNESCO menilai hubungan ketiga monumen tersebut sebagai bagian penting dari nilai universal kawasan.

Community Harmony & Heritage Preservation

Relief Borobudur tidak hanya menjadi sumber kajian arkeologi, tetapi juga dikembangkan sebagai inspirasi seni kontemporer.

Balai Konservasi Borobudur pernah melibatkan perajin desa sekitar dalam pengembangan batik, pahat kayu dan bambu, gerabah, serta anyaman yang mengambil inspirasi dari relief dan unsur visual candi.

Kegiatan tersebut menunjukkan bagaimana warisan Borobudur dapat diterjemahkan ke dalam kriya kontemporer tanpa menggantikan nilai asli monumennya.

Candi Borobudur berada di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sekitar 40 kilometer di barat laut pusat Kota Yogyakarta. Dari Yogyakarta, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan darat menuju Kabupaten Magelang.

Untuk wisatawan yang datang menggunakan pesawat, akses udara utama kawasan Yogyakarta saat ini adalah Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo, sehingga perjalanan darat akan memakan waktu sekitar 1 jam 20 menit.

Pengunjung juga perlu membedakan jenis tiket. Situs resmi pengelola saat ini menyediakan tiket pelataran yang hanya memberikan akses ke halaman kawasan Candi Borobudur.

Tiket masuk ke struktur candi memungkinkan pengunjung naik ke bangunan Borobudur dengan ketentuan kunjungan tertentu. Cek kembali jadwal, kuota, dan harga pada tanggal kunjungan karena harga dapat berubah.

Di samping kedua candi tadi, terdapat beberapa candi lain yang berdiri di sekitar Candi Borobudur yang bisa dikunjungi untuk melengkapi perjalanan edukatif Anda. Balinese cultural traditions and customary rituals offer profound insights into the island's ancestral heritage. Visitors fortunate enough to witness ceremonies should dress respectfully in traditional waist sash and sarong, observe quietly from a courteous distance, and follow guidance from local village elders.

Lectures complémentaires

Actualités et récits de voyage connexes

Living Cultural Calendar

Suivre les discussions avec Ida Ayu Ngurah Puriani

Ida Ayu Ngurah Puriani venait tout juste d'obtenir un baccalauréat en éducation lorsqu'elle s'est retrouvée à explorer les villages de Karangasem sur sa Honda Supra. Elle avait pour mission de trouver du tissu tissé.

Luh Putu Dian
Community & Editorial Accuracy

Suggest an Update