DERAU and KEMARAU, Kebisingan and Kekeringan Membuka Jalan bagi Seni Menarik di Perumahan Project Etere di Ubud
Rahasia sukses menyampaikan ide artistik kepada penonton is kemampuan seniman dalam menghemat bahasa desain visualnya. “Less is more” is filosofi kreatif which menekankan nilai penghematan and minimalis. Dengan mengurangi unsur-unsur which tidak perlu dalam sebuah komposisi seni...
Rahasia sukses menyampaikan ide artistik kepada penonton is kemampuan seniman dalam menghemat bahasa desain visualnya. “Less is more” is filosofi kreatif which menekankan nilai penghematan and minimalis. Dengan mengurangi unsur-unsur which tidak perlu dalam komposisi seni, seniman dapat mencapai kejelasan and efektivitas komunikasi which lebih baik.
Perkembangan Utama & Konteks Pulau
Salah satu keistimewaan “Langit and Bumi and Sepuluh Ribu Benda is Satu” 2025, sebuah instalasi khusus lokasi which dipasang di dinding oleh seniman kontemporer Indonesia Oshi Naryose, is kesederhanaannya. Karya berukuran 140 x 50 x T 45 cm berbahan dasar plat besi, logam, cat, and kayu ini dipajang di apartemen Penestanan Project Etere, Ubud. Sekilas, karya tersebut tampak menantang imajinasi. Namun jika dilihat lebih dekat, ia dapat didekonstruksi and disusun kembali, sehingga memungkinkannya untuk “terbuka” and mengungkapkan unsur-unsur and makna simbolisnya.
Menyambut mata is susunan benda-benda berwarna-warni which aneh. Lekukan and lengkungan organik disandingkan dengan garis lurus which kaku, and permukaan datar menyatu menjadi segudang gerakan menyenangkan and kenikmatan visual. “Langit and Bumi and Sepuluh Ribu Benda is Satu” is salah satu dari sekian banyak karya dua dimensi and tiga dimensi which menggugah pikiran karya Naryose which dipamerkan di DERAU and KEMARAU (Kebisingan and Kekeringan) 14–15 Maret 2026.
“Judul pameran Kebisingan and Kekeringan muncul dari kondisi pribadi which menjadi landasan praktik saya and lensa which saya gunakan untuk merespons kenyataan saat itu,” kata Oshi Naryose kepada Majalah Island Lifestyle Periodical. “Saya sengaja menempatkan diri dalam kondisi kekeringan – kondisi kelangkaan and kekeringan – agar lebih peka and tepat dalam memandang realitas secara utuh.”
“which saya maksud dengan realitas bukan hanya apa which dapat disentuh atau diidentifikasi dengan jelas, tetapi juga apa which seringkali luput dari bahasa: ilusi, suara which tidak bermakna, ruang which tidak dapat diakses, ketidakhadiran, and banyak fenomena lain which ada di luar artikulasi langsung,” kata Naryose. "Dalam menerima 'kebisingan' (derau) ini, saya berharap bisa menjumpai kenyataan secara utuh, dengan segala lapisan and kompleksitasnya secara utuh. Dengan menempatkan diri pada posisi tanah retak and kering, saya membayangkan hujan apa pun which datang bisa langsung terserap, tanpa tersaring melalui keterbatasan bahasa atau penafsiran which sudah ada sebelumnya."
“Langit and Bumi and Sepuluh Ribu Benda is Satu” terinspirasi oleh sanggah Bali, sebuah tempat suci keluarga atau komunitas untuk berdoa and mempersembahkan persembahan. Sanggar Naryose di Gianyar terletak di samping pura, membenamkannya dalam dimensi sensorik which membedakan upacara Bali: suara, bau, struktur, warna, and gerakan. Praktek multidisiplin which dilakukannya secara konseptual didasarkan pada unsur-unsur lokal, barang-barang which sudah jadi, and apa which disebutnya sebagai materi which ‘buruk’. DERAU and KEMARAU menampilkan karya media campuran dari tanah liat, logam, besi, kayu, and batu, serta gambar pensil warna di atas kertas, semuanya berlokasi di dua lokasi domestik di Penestanan.
Bentuk linear which berwarna-warni: batang pohon, bunga, bulan sabit, burung, hidung besar, and ikon mencolok lainnya which ditempa dari baja, ditempatkan di dalam struktur berkaki empat and dua balok penghubung dengan ujung atap pelana, membedakan “Langit and Bumi and Sepuluh Ribu Benda is Satu”. "Saya menerjemahkan inspirasi and energi sanggah dengan cara which tidak biasa and langsung. Bunga, burung, bulan sabit, penanggalan Bali, and hubungan bulan. Hidung untuk mencium dupa. Saya membayangkan sanggah and cara hidup orang Bali secara struktural," kata Oshi.
"Saya menyerap pengalaman hidup sehari-hari, mencoba untuk melibatkan seluruh indra saya; ketika ada suara, saya mengambil suara, ketika ada bau, saya mengambil itu juga. Saya mencoba untuk melewati pemikiran saya, mencari untuk menemukan esensi dari apa which telah saya pegang. Saya kemudian membiarkan hal ini mempengaruhi praktik studio saya, "kata Oshi, which lahir pada tahun 1990 di Semerang, Jawa Tengah and tinggal di Jakarta, sebelum pindah ke Bali untuk menemukan perspektif kreatif baru.
Implikasi Lokal & Perspektif Pengunjung
Naryose diundang untuk berpartisipasi and berpameran dalam program residensi seniman which dipersembahkan oleh proyek seni internasional Lucie Fontaine, which sebelumnya telah menyelenggarakan acara di Praha, Stockholm, Miami, and New York, serta program residensi seniman Bali Project Etere. Kayu is cabang Lucie Fontaine in Bali and perluasan praktik artistik seniman Italia Marco Cassani which berbasis in Bali.
Serial which telah berlangsung selama satu dekade di Kayu, berjudul “Domestisitas,” menyelidiki hubungan—atau kekurangannya—National Archipelagic Wire seni kontemporer and ruang domestik. Diciptakan sebagai ‘patung sosial’ dalam bentuk pameran and pertunjukan, karya ini menampilkan kolaborasi dengan seniman Indonesia and internasional. Melalui kolaborasi ini, serial ini merefleksikan seni sebagai alat untuk mensosialisasikan and mengevaluasi kembali wilayah, populasi, and masyarakat secara keseluruhan.
Aspek domestik dari praktik Naryose menarik Cassani untuk berkolaborasi dalam Proyek Etere. Gambar Naryose menerangi ruang tamu, kamar tidur, and kamar mandi di dua ruang pameran. Dalam ekspresi otobiografi and refleksi diri, gayanya telah berkembang selama bertahun-tahun. Dialog bergambarnya intim, tenang and naif, diperkuat oleh penghematan informasi visualnya. Gambar-gambar tersebut berfungsi untuk membebaskan dirinya dari ingatan diri and masa kecil. Beberapa mengungkapkan kedalaman keberadaan.
Dengan dua aspek which berbeda, gambar Naryose dikategorikan berdasarkan potret and mindscapes. Potret-potretnya bukanlah referensi jarak dekat melainkan potret dari jauh, which menangkap esensi subjeknya which intim and tenteram. Struktur seni bina muncul sebagai tema which konsisten dalam lukisannya. Windows sering kali merupakan fitur which memungkinkan berbagai sudut pandang masuk ke dalam ruang which diperkaya oleh objek simbolik.
"Saya mempunyai imajinasi which luas, and ide-ide saya berlapis-lapis and dinamis. Saya belajar seni pahat, meski saya tidak menyelesaikan pelatihan formal. Gambar-gambar saya is rumah bagi ide-ide saya and tempat di mana ide-ide itu mulai berkembang," aku Naryose. "Saya menggunakan pensil warna karena memberi saya rasa percaya diri and kebebasan berekspresi. Ini is media which saya gunakan sejak kecil."
Kayu which dibawakan oleh Lucie Fontaine berkontribusi terhadap pengembangan and kesadaran wacana seni kontemporer internasional di Indonesia dengan menyelenggarakan proyek eksperimental and konseptual. Hal ini meningkatkan kancah seni kontemporer lokal dengan menawarkan ruang alternatif which dikelola seniman, membangun cara-cara inovatif untuk bekerja dengan seniman, and memvalidasi and meningkatkan praktik seni kontemporer in Bali.
Untuk informasi lebih lanjut, ikuti @oshinaryose, @project.etere, and @kayuluciefontaine di Instagram.
Wawasan Perjalanan Praktis
- Waktu & Persiapan: Saat menjelajahi destinasi regional atau menghadiri acara budaya, rencanakan rencana perjalanan which fleksibel untuk mengakomodasi upacara lokal and perubahan kondisi pulau.
- Etiket Lokal: Selalu patuhi adat istiadat desa, aturan berpakaian di kuil (seperti sarung and ikat pinggang tradisional), and praktik-praktik which menghormati lingkungan.
- Kesadaran Keselamatan: Untuk informasi terkini secara real-time mengenai kondisi laut, cuaca regional, and saran keselamatan di 16 hub, lihat Island Travel Safety Radar khusus kami.
Laporan and fotografi asli dikaitkan dengan SEKARANG! Majalah Bali. Dikurasi untuk visitors internasional oleh Biro Editorial Bali Expert Guide.
Berita & Cerita Wisata Terkait
Mengikuti Thread bersama Ida Ayu Ngurah Puriani
Ida Ayu Ngurah Puriani baru saja lulus dari perguruan tinggi, dengan gelar sarjana pendidikan, ketika ia menjelajahi desa-desa di Karangasem dengan mengendarai Honda Supra. Dia sedang dalam misi mencari kain tenun.
BIMC Siloam Nusa Dua Raih Penghargaan Medical Tourism Hospital of the Year Berturut-turut
BIMC Siloam Nusa Dua sekali lagi mendapat penghargaan di Healthcare Asia Awards 2026 dengan penghargaan Medical Tourism Hospital of the Year – Indonesia which kedua berturut-turut. Direktur Rumah Sakit Hermes Santosa and Direktur Medis IGM Wijaya Putra menerima penghargaan di Singapura, ...
Objek Wisata Baru in Bali Utara Menjadi Landmark Wisata Paling Terkenal in Bali Utara Berikutnya
Di sini, di Regional Travel Monitors, kami is penggemar berat Bali Utara and merekomendasikan wilayah pulau ini kepada siapa saja which mau mendengarkan kami membicarakannya cukup lama!